<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Katalurus</title> 
				<description>Katalurus</description>
				<link>https://Katalurus.com/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Pegadaian Hadirkan Pengalaman Baru Bertransaksi Melalui ATM Emas Pertama di Seluruh Indonesia</title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/pegadaian-hadirkan-pengalaman-baru-bertransaksi-melalui-atm-emas-pertama-di-seluruh-indonesia</link>
						                <description>Jakarta, Katalurus.com - Bertepatan dengan momen peringatan satu tahun aplikasi Tring! by Pegadaian (1st Tring!versary), PT Pegadaian (Persero) mencatatkan sejarah baru dalam industri bullion nasional dengan meluncurkan jaringan ATM Emas Pegadaian di lokasi-lokasi strategis yang tersebar di seluruh Indonesia. Di Balikpapan sendiri, ATM Emas hadir di Kantor PT Pegadaian (Persero) Cabang Damai, pada Rabu (10/14).Di tengah pesatnya adopsi finansial digital dan tingginya minat investasi masyarakat, inovasi ini menjadi babak baru otomatisasi transaksi komoditas emas di tanah air. Jika selama ini proses penarikan atau pencetakan fisik emas dari tabungan digital membutuhkan prosedur konvensional serta waktu tunggu (lead time), kehadiran ATM Emas Pegadaian memangkas seluruh kerumitan tersebut menjadi transaksi instan dalam hitungan detik.Integrasi antara mesin ATM Emas dengan aplikasi Tring! by Pegadaian menciptakan ekosistem transaksi yang cepat, aman, mudah dan nyaman bagi masyarakat. Nasabah cukup memilih menu transaksi pada aplikasi Tring!, melakukan pemindaian QR code pada layar mesin ATM Emas, mengonfirmasi pembayaran, dan memasukkan kode unik transaksi.Dalam kurun waktu singkat, emas batangan fisik berkadar kemurnian tinggi terbitan Galeri 24 dengan variasi denominasi mulai dari 1 gram hingga 100 gram yang langsung dapat diambil di tempat.Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan mengungkapkan bahwa kehadiran ATM Emas ini salah satu upaya Pegadaian untuk semakin mempermudah akses keuangan bagi masyarakat Indonesia."Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bullion yang semakin inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia. Terobosan ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pionir Bullion Bank yang senantiasa berinovasi dengan menghadirkan kepraktisan, keamanan, dan transparansi demi mendukung visi besar untuk MengEMASkan Indonesia," jelas Damar.Berinvestasi emas di Pegadaian, baik fisik maupun digital sejalan dengan prinsip syariah berdasarkan Fatwa No.166 tentang Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah yang diluncurkan oleh DSN-MUI.Salah satu poin penting dalam tata kelola ini adalah aturan mengenai emas musyaʼ, yaitu konsep pengakuan kepemilikan emas secara kolektif atau bersama. Dalam investasi emas digital, konsep ini menjadi solusi untuk menghindari unsur gharar (ketidakpastian), agar investasi emas digital tetap transparan dan sesuai prinsip syariah. Pegadaian telah menerapkan prinsip 1:1 untuk layanan transaksi emas, dimana ketika ada permintaan transaksi Tabungan Emas maupun Cicil Emas oleh nasabah, maka emas fisik telah tersedia di vault Pegadaian sejumlah gram yang ditransaksikan sesuai akad.Keamanan aset emas menjadi prioritas utama Pegadaian. Hal itu diperkuat dengan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk Layanan Kustodi (Custody Services) yang diraih oleh PT Pegadaian (Persero). Pengakuan internasional ini menjamin setiap proses Layanan Kustodi, mulai dari verifikasi penerimaan, pengujian kemurnian kadar emas, pengadministrasian, penyimpanan di dalam vault, hingga pengamanan fisik dan sistem, dengan standar mutu internasional.Sementara itu, Pemimpin Wilayah IV Balikpapan PT Pegadaian (Persero), Rinaldi Lubis, menyampaikan bahwa kehadiran ATM Emas di Balikpapan merupakan wujud komitmen Pegadaian dalam menghadirkan inovasi layanan investasi emas yang semakin mudah, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.“Peluncuran ATM Emas yang bertepatan dengan satu tahun aplikasi Tring! by Pegadaian menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi digital dan memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas. Melalui integrasi ATM Emas dengan aplikasi Tring!, kami ingin memberikan pengalaman baru bagi nasabah untuk memperoleh emas fisik secara lebih praktis, sesuai fitur dan ketentuan yang berlaku,” ujar Rinaldi.Ia menambahkan, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan, untuk mengenal dan memanfaatkan emas sebagai salah satu pilihan investasi dalam perencanaan keuangan jangka panjang.Pegadaian juga terus mendorong peningkatan literasi keuangan agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak melalui layanan resmi yang aman dan terpercaya.Keunggulan utama peluncuran ATM Emas Pegadaian mencakup:Aksesibilitas Tanpa Batas: Memfasilitasi kebutuhan transaksi masyarakat urban, millennial, hingga Gen-Z secara fleksibel tanpa terikat jam operasional kantor cabang.Inovasi Bebas Waktu Tunggu: Mengubah pengalaman transaksi dari saldo digital menjadi emas fisik di tangan secara langsung dan aman.Jaminan Kualitas & Legalitas: Emas batangan yang dikeluarkan terjamin keasliannya dan terakreditasi resmi oleh Galeri 24.Akselerasi Ekosistem Bullion: Mengedukasi masyarakat untuk aktif berinvestasi, dari sekadar menyimpan emas secara pasif menjadi produktif.Sebagai pionir Bullion Bank di Indonesia yang bernaung di bawah ekosistem Danantara, Pegadaian terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan terobosan finansial yang relevan.Kehadiran ATM Emas tidak hanya mengubah citra Pegadaian menjadi institusi keuangan modern pilihan utama masyarakat untuk berinvestasi emas, tetapi juga memastikan bahwa kepemilikan aset emas di Indonesia semakin transparan, akuntabel, dan inklusif.Melalui perpaduan kenyamanan transaksi digital Tring! dan keandalan jaringan fisik ATM Emas, Pegadaian melangkah lebih jauh dalam mengawal transformasi ekonomi nasional sejalan dengan visi besar MengEMASkan Indonesia. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>Polda Kaltara Gelar Operasi Sarang Narkoba di Tarakan</title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/polda-kaltara-gelar-operasi-sarang-narkoba-di-tarakan</link>
						                <description>Tarakan, Katalurus - Dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika,  Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN), Reserse Narkoba Polres Tarakan, TNI, Satpol PP serta instansi terkait melaksanakan kegiatan Operasi Sarang Narkoba di sejumlah lokasi di Kota Tarakan, Jumat (9/10).Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba, sekaligus sebagai implementasi program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat” melalui sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat.Operasi dilaksanakan di wilayah Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, termasuk kawasan Kampung Pukat, serta menindaklanjuti kegiatan penindakan di Jalan Kamboja, RT 31, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat.Di lokasi Jalan Kamboja, petugas mengamankan seorang pria berinisial MAZ alias V yang diduga terlibat dalam tindak pidana narkotika. Dari lokasi tersebut, petugas menyita barang bukti berupa sejumlah paket yang diduga berisi sabu dengan berat bruto yang tercatat sebanyak 2,4 gram dan 1,71 gram, uang tunai sebesar Rp825.000, satu unit telepon genggam, timbangan digital, serta sejumlah perlengkapan yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.Selanjutnya, di kawasan Kelurahan Selumit Pantai, petugas mengamankan tiga orang, yakni AR, MLZA, dan Z, serta menyita tiga bungkus plastik bening berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu dan satu alat yang diduga digunakan untuk mengambil sabu.Operasi kemudian dilanjutkan ke kawasan Kampung Pukat, Kelurahan Selumit Pantai. Di lokasi ini, petugas mengamankan tiga orang lainnya, yakni A, I, dan AF, serta menyita dua alat isap bong, satu korek api gas, satu unit telepon genggam, dan satu ikat sedotan berwarna putih.Terhadap orang-orang yang diamankan di kawasan Selumit Pantai dan Kampung Pukat, petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami keterlibatan masing-masing dalam dugaan tindak pidana narkotika. Penentuan status hukum akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Yang kemudian diserahkan ke BNP Tarakan untuk di assessment.Kegiatan Operasi Sarang Narkoba berakhir sekitar pukul 16.15 WITA dalam keadaan aman dan lancar.Kapolda Kalimantan Utara  Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Plh. Kabidhumas Polda Kaltara AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemberantasan narkotika memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berperan aktif memberikan informasi dengan menghubungi 110 kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing dan layanan ini tentunya bebas pulsa.Melalui kegiatan ini, Ditreserse Narkoba Polda Kaltara, Reserse Polres Tarakan bersama  BNN, TNI, Satpol PP dan instansi terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mewujudkan Kota Tarakan yang aman dan bebas dari ancaman narkoba. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>Ketua JMSI Pertanyakan Efektivitas Pemberantasan Narkoba</title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/ketua-jmsi-pertanyakan-efektivitas-pemberantasan-narkoba</link>
						                <description>Balikpapan, Katalurus.com -  Penggerebekan narkoba di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat, kembali dilakukan Polda Kalimantan Timur pada Jumat (9/10) malam. Operasi yang berulang dari tahun ke tahun ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: sejauh mana penindakan tersebut mampu menyelesaikan persoalan peredaran narkoba di kawasan itu?Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan, David Purba, menilai penggerebekan berulang tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas penegakan hukum. Publik membutuhkan hasil yang terukur, terutama dalam upaya memutus jaringan peredaran narkoba agar persoalan serupa tidak terus terjadi.Menurut David, ketika kawasan yang sama kembali menjadi sasaran operasi setiap tahun, wajar apabila masyarakat mempertanyakan efektivitas penanganannya. Bahkan, situasi tersebut dapat menimbulkan persepsi seolah-olah persoalan peredaran narkoba di kawasan itu dibiarkan berulang tanpa penyelesaian menyeluruh.“Kalau setiap tahun dilakukan penggerebekan di kawasan yang sama, publik tentu bertanya: apa yang sebenarnya sudah berubah? Jangan sampai masyarakat melihatnya sebagai operasi yang terus berulang, tetapi persoalan peredaran narkobanya tidak kunjung selesai,” ujarnya.David menegaskan, pertanyaan tersebut bukan untuk mengecilkan upaya aparat kepolisian. Sebaliknya, penindakan perlu diikuti evaluasi terbuka mengenai hasil operasi, perkembangan penanganan perkara, serta langkah konkret untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.Menurutnya, jumlah orang yang diamankan dalam penggerebekan memang menjadi bagian dari hasil operasi. Namun, angka tersebut tidak cukup untuk menggambarkan keberhasilan pemberantasan narkoba apabila peredaran di lokasi yang sama terus menjadi persoalan dari waktu ke waktu.“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya kabar tentang berapa orang yang diamankan. Publik juga perlu melihat apakah jaringan pemasoknya berhasil diungkap, apakah peredarannya benar-benar ditekan, dan apakah ada langkah lanjutan supaya persoalan yang sama tidak terus berulang,” tegasnya.Ia menilai, pengungkapan jaringan pemasok dan pihak-pihak yang mengendalikan distribusi narkoba perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kasus. Penanganan juga harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti pada operasi di lapangan.David menambahkan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat perlu memperkuat koordinasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pendekatan sosial dan pemberdayaan masyarakat juga dibutuhkan agar upaya pemberantasan tidak semata-mata bertumpu pada penangkapan.Bagi David, persoalan Gunung Bugis perlu dijawab melalui hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Evaluasi terhadap operasi yang berulang menjadi penting agar kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba tetap terjaga.“Jangan sampai penggerebekan terus menjadi berita tahunan, sementara masyarakat masih dihadapkan pada persoalan yang sama. Yang perlu dibuktikan adalah perubahan nyata: peredaran narkoba ditekan, jaringan dibongkar, dan kawasan tersebut tidak terus-menerus menghadapi masalah serupa,” pungkasnya. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>BHS Warning Kemenhub: Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Hanya Karena Kebijakan Panik</title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/bhs-warning-kemenhub-jangan-korbankan-konektivitas-antar-pulau-hanya-karena-kebijakan-panik</link>
						                <description>Jakarta, Katalurus.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengkritik kebijakan baru Kementerian Perhubungan yang membatasi jumlah penumpang kapal penumpang dan kapal ro-ro berdasarkan kapasitas sekoci yang tersedia, meskipun kapasitas angkut kapal sebenarnya lebih besar.Kebijakan tersebut muncul menyusul sejumlah kecelakaan kapal. Namun, menurut BHS, penerapan pembatasan berdasarkan kapasitas sekoci justru berpotensi menyulitkan masyarakat pengguna transportasi laut. Ia menyebut jumlah penumpang yang dapat diangkut bahkan berpotensi hanya sekitar 20 persen dari kapasitas kapal karena umumnya kapal hanya memiliki dua sekoci.Padahal, menurut BHS, kapal penumpang dan feri telah dilengkapi liferaft dengan jumlah lebih dari 125 persen dari kapasitas pelayar atau total penumpang.“Indonesia adalah negara kepulauan. Transportasi laut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama masyarakat bawah yang jumlahnya lebih besar dibandingkan masyarakat menengah ke atas. Mereka tidak selalu memiliki kemampuan menggunakan transportasi udara, apalagi tarif tiket pesawat juga mengalami kenaikan. Dengan adanya pembatasan penumpang, tentu akan menyusahkan masyarakat yang menggunakan transportasi laut,” ujar BHS, Selasa (6/10), di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta.BHS menjelaskan, sekoci membutuhkan peralatan dan proses pengoperasian yang cukup rumit, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penyelamatan cepat.Dalam sejumlah kecelakaan, kru kapal bahkan tidak sempat menurunkan sekoci. Kalaupun berhasil diturunkan, sekoci belum tentu dapat memberikan penyelamatan secara maksimal karena berpotensi berpindah jauh dari lokasi kecelakaan.Ia mencontohkan kecelakaan KM Senopati Nusantara di perairan Semarang–Karimunjawa. Kedua sekoci kapal berhasil diturunkan, tetapi kemudian ditemukan jauh dari lokasi kecelakaan. Satu ditemukan di Masalembo dan satu lainnya di Sulawesi Selatan, dengan jarak sekitar 300 mil dari lokasi kejadian. Delapan penumpang yang berada di dalam sekoci ditemukan meninggal dunia. Sementara sekitar 200–235 orang ditemukan selamat, termasuk 15 penumpang yang bertahan menggunakan liferaft, serta penumpang lain yang bertahan dengan life jacket sebelum diselamatkan kapal-kapal yang melintas.“Sehingga bisa dikatakan, dalam penyelamatan, yang paling penting adalah penggunaan pelampung yang bisa membantu penumpang bertahan hingga 2 x 24 jam, serta alat keselamatan seperti life raft atau perahu karet,” kata BHS.Menurutnya, sekoci yang dilengkapi mesin juga berpotensi membuat penumpang terpencar dari lokasi kecelakaan karena luasnya wilayah laut, ketidaktahuan arah menuju daratan, dan keterbatasan bahan bakar. Kondisi tersebut dapat menyulitkan tim penyelamat karena titik pencarian utama biasanya berada di sekitar lokasi terakhir kapal mengirimkan distress signal atau terdeteksi sebelum tenggelam.BHS kembali menegaskan bahwa dalam kondisi kapal miring atau mengalami kerusakan berat, sekoci semakin sulit diturunkan. Karena itu, ia menilai liferaft dapat menjadi salah satu alat penyelamatan yang lebih cepat digunakan.Ia mencontohkan KM Barcelona di Sulawesi Utara yang mengalami kebakaran. Kapal tersebut tidak memiliki sekoci, tetapi dilengkapi liferaft dan pelampung sesuai kapasitas penumpang. Para penumpang menggunakan pelampung dan terjun ke laut, kemudian bertahan selama berjam-jam hingga diselamatkan nelayan. Lebih dari 500 penumpang berhasil selamat dan satu penumpang meninggal dunia di kapal.Hal serupa, menurut BHS, terjadi dalam kecelakaan kapal feri Putri Yasmin, ketika rescue boat tidak sempat diturunkan. Penumpang diselamatkan menggunakan berbagai alat keselamatan, termasuk sekoci dan pelampung, dengan bantuan nelayan serta kapal-kapal yang berada di lintasan.BHS juga membandingkan sistem keselamatan pelayaran di sejumlah negara. Menurutnya, negara seperti Jepang, Kanada, Filipina, dan Hong Kong menggunakan inflatable life raft maupun rigid life raft sebagai bagian dari sistem keselamatan pelayaran domestik.“Rigid life raft memiliki ketangguhan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan laut dengan gelombang besar dibandingkan sekoci. Dengan peralatan tersebut, proses pertolongan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan sekoci yang memiliki risiko terbalik, rusak, atau bahkan tenggelam,” ujarnya.Menurut BHS, alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya, keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada alat keselamatan di kapal, tetapi juga pada kecepatan dan kesiapan tim penyelamat, seperti Basarnas, Coast Guard, KPLP, dan Polair. Ia menilai setiap instansi penyelamat perlu memiliki response time yang terukur.“Seperti halnya di Jepang, Filipina, Hong Kong, dan Australia yang mempunyai response time pertolongan antara satu hingga tiga jam. Sedangkan di Indonesia masih belum mempunyai response time yang terukur. Sehingga penyelamatan lebih banyak dilakukan oleh nelayan dan kapal-kapal yang melintas di lokasi kecelakaan,” kata BHS.Ia mencontohkan kecelakaan KM Barcelona, Putri Yasmin, dan KMP Yunicee di Ketapang yang menurutnya menunjukkan besarnya peran nelayan dan kapal-kapal yang melintas dalam proses penyelamatan korban.“Tim penyelamat ini sangat penting sebagai garda terakhir penyelamatan penumpang yang terapung-apung dengan menggunakan life jacket, life raft, rigid raft, dan bahkan sekoci jika tersedia. Anggaran untuk tim penyelamat ini harus cukup,” tegasnya.BHS juga membandingkan anggaran SAR Filipina yang disebut mencapai sekitar Rp8,5 triliun dan anggaran Coast Guard Jepang sekitar Rp27 triliun. Menurutnya, angka tersebut perlu menjadi perhatian karena kedua negara memiliki wilayah, jumlah pulau, penduduk, dan kapal yang lebih sedikit dibandingkan Indonesia, sementara anggaran Basarnas disebut sekitar Rp1 triliun.BHS menegaskan bahwa sekoci bukan satu-satunya alat penyelamatan. Pelampung, liferaft, dan rigid raft juga merupakan bagian penting dari sistem keselamatan, sementara kecepatan respons Basarnas, KPLP, Coast Guard, dan Polair menjadi faktor penting dalam menyelamatkan korban.“Jangan sampai kebijakan mengenai pemasangan atau kapasitas sekoci yang harus disesuaikan dengan kapasitas angkut kapal justru menyulitkan operasional kapal dan menyulitkan masyarakat mendapatkan transportasi laut, terutama pada musim liburan dan hari-hari besar,” pungkas BHS.Ia menegaskan, pihak yang paling dirugikan apabila pembatasan muatan kapal hanya didasarkan pada kapasitas sekoci adalah masyarakat luas. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada operasional kapal, tetapi juga dapat mengurangi akses masyarakat terhadap transportasi laut yang menjadi kebutuhan utama di negara kepulauan seperti Indonesia.“Jangan sampai masyarakat yang akhirnya menjadi korban dari sebuah kebijakan. Kemenhub jangan membuat kebijakan panik hanya karena ingin merespons kecelakaan, tetapi justru kebijakan tersebut berdampak luas dan menyusahkan rakyat. Keselamatan memang harus menjadi prioritas, tetapi kebijakan keselamatan juga harus tepat, komprehensif, dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat,” tegas BHS. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>Pertamina EP Bunyu Field Tambah Produksi Sumur BN-38 </title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/pertamina-ep-bunyu-field-tambah-produksi-sumur-bn38-</link>
						                <description>Bunyu, Bulungan, Katalurus.com - Kegiatan welll intervention atau intervensi sumur yang dilakukan oleh PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil mengoptimalkan produksi migas sumur BN-38 di Lapangan Bunyu, Bulungan."Keberhasilan well intervention pada sumur ini mencatatkan peningkatan produksi yang signifikan dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel pada awal produksi setelah intervensi dilakukan," kata Senior Manager Bunyu Field, Ruri Heriandi di Pulau Bunyu, Bulungan, Selasa.Dia mengatakan tidak hanya minyak, produksi gas dari sumur tersebut menunjukkan peningkatan mencapai 0,52 juta standar kaki kubik gas (MMSCFD) dari target 0,10 MMSCFD.Peningkatan produksi Sumur BN-38 merupakan hasil evaluasi komprehensif dengan pemutakhiran analisis data subsurface, termasuk data saturasi log, untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keberadaan dan potensi sisa hidrokarbon. “Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang tepat, termasuk penerapan water shut off dengan mengisolasi dan melakukan penyemenan pada interval yang terindikasi menghasilkan air," kata Ruri.Serta melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus meminimalkan masuknya air, katanya.Menurutnya, hasil evaluasi sumur BN-38 menunjukkan bahwa interval J-72 masih menyimpan potensi hidrokarbon yang belum terproduksikan secara optimal sehingga PEP Bunyu Field melaksanakan pembukaan kembali interval J-72.“Alhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” imbuhnya.Sementara itu, General Manager Zona 10, Darmapala, menyampaikan bahwa perusahaan terus menerapkan inovasi dan teknologi dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur-sumur migas, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, recovery rate, serta memperpanjang usia sumur. Keberhasilan well intervention di Sumur BN-38 menunjukkan bahwa optimalisasi aset eksisting dapat memberikan tambahan produksi yang berarti. "Upaya seperti ini akan terus kami dorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki Pertamina,” ujar Darmapala.Di tengah tantangan operasional lapangan-lapangan yang sudah mature, PEP Bunyu Field terus berupaya menjaga keberlanjutan produksi migas dari lapangan ini dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional.PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dinakhodai oleh PT Pertamina Hulu Indonesia. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>Bank Indonesia Kaltara Sinergi Jaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan </title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/bank-indonesia-kaltara-sinergi-jaga-kedaulatan-rupiah-di-perbatasan-</link>
						                <description>Nunukan, Katalurus.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) telah melaksanakan Ekspedisi Rupiah Perbatasan (ERP) pada tanggal 28 –30 September 2026 di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kedaulatan Rupiah, memperluas akses layanan kas, serta meningkatkan literasi masyarakat di wilayah 3T (terluar, terdepan, dan terpencil) Negara Kesatuan Republik Indonesia.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, menyampaikan bahwa Ekspedisi Rupiah Perbatasan merupakan wujud nyata kehadiran Bank Indonesia di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil dalam menjaga kedaulatan Rupiah serta memperkuat literasi masyarakat.Dia mengatakan Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan negara.  Melalui Ekspedisi Rupiah Perbatasan ini, Bank Indonesia memastikan masyarakat perbatasan memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar, sekaligus meningkatkan pemahaman me ngenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, penggunaan sistem pembayaran digital yang aman."Serta kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu. Kami berharap sinergi yang terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan, BOTASUPAL, dan Satgas Pamtas dapat semakin memperkuat kedaulatan Rupiah dan mendukung kesejahteraan masyarakat perbatasan," ujar Agus Taufik.Pelaksanaan ERP dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan, Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL) Kalimantan Utara yang terdiri dari Badan Intelijen Nasional Daerah ( BINDA) dan Kejaksaan, serta Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Indonesia -Malaysia.Sebagai bagian dari penguatan sinergi pemberantasan uang palsu, BOTASUPAL Kalimantan Utara turut memberikan edukasi mengenai ciri -ciri keaslian Rupiah, aspek hukum tindak pidana uang palsu, serta pentingnya peran masyarakat dalam mencegah dan melaporkan in dikasi peredaran uang palsu. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat perlindungan masyarakat di wilayah perbatasan dari ancaman kejahatan uang palsuERP 2026 juga menjadi momentum sinergi perdana bersama unsur Forum Sinergi BOTASUPAL Kalimantan Utara dalam kegiatan edukasi kepada masyarakat perbatasan. Melalui kolaborasi tersebut, BINDA dan Kejaksaan turut menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu serta konsekuensi hukum yang melekat pada tindak pidana pemalsuan uang, sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dari kejahatan tersebut.ERP juga melibatkan Satgas Pamtas Indonesia-Malaysia yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan negara sekaligus mendukung penggunaan Rupiah dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat kedaulatan negara dan kedaulatan Rupiah di kawasan perbatasan.Selain edukasi, Bank Indonesia menyediakan layanan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat setempat guna memastikan ketersediaan uang layak edar (ULE) yang berkualitas sesuai prinsip clean money policy.Layanan ini menjadi sangat penting mengingat keterbatasan akses masyarakat perbatasan terhadap layanan keuangan dan perbankan.Kehadiran layanan kas Bank Indonesia memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dan menukarkan uang Rupiah yang layak edar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan keuangan.Agus Taufik menambahkan bahwa keberhasilan menjaga kedaulatan Rupiah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.Wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran Bank Indonesia melalui layanan kas, edukasi, dan kerja sama lintas instansi diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga meng gunakan Rupiah dalam setiap aktivitas ekonomi. "Sinergi yang kuat akan menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah dan sistem pembayaran nasional," tambahnya.Melalui pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Perbatasan 2026 di Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi, Bank Indonesia berharap dapat semakin memperkuat kedaulatan Rupiah, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, memperluas pemahaman terhadap keamanan sistem pembayaran, serta mempererat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia.Dalam kegiatan tersebut, Bank Indonesia juga turut menyelenggarakan berbagai program edukasi kepada masyarakat, pelaku usaha, pedagang, ibu rumah tangga, PKK, pengusaha sawit, serta siswa SMK Negeri 1 Desa Sanur. Materi yang disampaikan meliputi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Acceptasi QRIS , Pelindungan Konsumen, Layanan Informasi Publik (LIP) , dan Kebanksentralan.Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan sistem pembayaran yang aman dan perlindungan dari berbagai kejahatan di sektor sistem pembayaran.Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan juga melaksanakan Pasar Murah Kebutuhan Pokok sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat perbatasan.Program ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat distribusi dan memiliki akses transportasi yang terbatas. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan pangan di wilayah perbatasan. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>PLN UIP KLT Raih Penghargaan Platinum pada ISDA 2026 </title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/pln-uip-klt-raih-penghargaan-platinum-pada-isda-2026-</link>
						                <description>Jakarta, Katalurus.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) kembali meraih apresiasi atas komitmennya dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.Dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026, PLN UIP KLT meraih penghargaan Platinum Pilar Ekonomi melalui Program Pengembangan Budi Daya Rumput Laut Kampung Tihi-Tihi.Penghargaan tersebut diserahkan pada Selasa (29/9) di Binakarna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.Program yang dikembangkan bersama masyarakat Kampung Tihi-Tihi, Bontang, ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendorong pemanfaatan energi listrik untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir.Melalui Electrifying Marine, PLN menghadirkan dukungan kelistrikan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam pengembangan budi daya rumput laut. Intervensi tersebut diperkuat dengan penyediaan sarana pendukung serta peningkatan kapasitas masyarakat, sehingga kegiatan budi daya tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah dan kemandirian ekonomi.Pemanfaatan energi listrik dalam aktivitas produktif menjadi bagian penting dari transformasi masyarakat pesisir. Energi listrik dapat mendukung proses pengelolaan hasil budi daya, meningkatkan efisiensi kegiatan usaha, serta membuka ruang bagi pengembangan usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.Bagi PLN UIP KLT, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak berhenti pada tersedianya jaringan dan pasokan listrik. Kehadiran listrik juga perlu memberikan nilai tambah yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.Program di Kampung Tihi-Tihi menjadi salah satu contoh bagaimana akses dan pemanfaatan listrik dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal. Melalui pendampingan dan penguatan kapasitas, masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi rumput laut sebagai sumber penghasilan sekaligus membangun usaha yang lebih mandiri.Penghargaan Platinum Pilar Ekonomi ISDA 2026 menjadi apresiasi atas upaya PLN UIP KLT dalam menjalankan TJSL yang mengedepankan pemberdayaan dan keberlanjutan. Program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, pekerjaan produktif, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, mengatakan keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh dukungan sarana, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengoptimalkan dan melanjutkan manfaat program secara mandiri.“Melalui Electrifying Marine, kami mendorong masyarakat Tihi-Tihi untuk mengoptimalkan pemanfaatan listrik dalam kegiatan produktif, meningkatkan kapasitas usaha, dan menciptakan nilai tambah dari budi daya rumput laut. Harapannya, manfaat program dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Raditya.Selanjutnya General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, mengatakan bahwa energi listrik harus mampu menjadi penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.“PLN UIP KLT tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga memastikan listrik memberi nilai tambah bagi masyarakat. Melalui Electrifying Marine di Tihi-Tihi, listrik dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah budi daya rumput laut sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Dewanto.Dengan diterimanya penghargaan ini, PLN UIP KLT semakin bersemangat menghadirkan program TJSL yang berdampak nyata bagi masyarakat. Capaian ini menjadi inspirasi untuk terus mendorong pemanfaatan listrik sebagai penggerak produktivitas, peningkatan pendapatan, dan kemandirian ekonomi masyarakat. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>BI Selenggarakan SEMARAK GenBI di Tarakan</title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/bi-selenggarakan-semarak-genbi-di-tarakan</link>
						                <description>Tarakan, Katalurus.com - Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tarakan melalui komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Utara menyelenggarakan SEMARAK (Sehat Masyarakat Bersama GenBI) pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Stadion Datu Adil Tarakan, Minggu (4/10).Mengusung semangat kepedulian terhadap kesehatan sekaligus edukasi kepada masyarakat, SEMARAK menjadi wujud kontribusi nyata GenBI sebagai frontliner Bank Indonesia dengan menghadirkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk menyebarluaskan edukasi mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sebagai salah satu kepedulian dan bakti Bank Indonesia dalam menyikapi kondisi bencana kekeringan dan karhutla yang terjadi di wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan Utara. Bank Indonesia juga terus mendorong peran generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk semakin peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan serta memiliki kesadaran dalam menghadapi risiko bencana.Hal ini menjadi semakin relevan mengingat berbagai risiko bencana, termasuk kekeringan dan karhutla merupakan tantangan yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan. Melalui SEMARAK, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi secara gratis yang meliputi pemeriksaan berat dan tinggi badan, gula darah, kolesterol, serta asam urat.Sebanyak 100 lebih warga memanfaatkan layanan tersebut dan berkesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter umum untuk memahami hasil pemeriksaan serta memperoleh arahan awal mengenai kondisi kesehatannya.Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan,  GenBI Kaltara juga membagikan masker kepada peserta pemeriksaan kesehatan disertai edukasi mengenai pentingnya penggunaan masker, khususnya dalam menyikapi kondisi kualitas udara di Kota Tarakan.Tidak hanya mengusung semangat masyarakat sehat, SEMARAK juga menjadi sarana membangun masyarakat yang semakin Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Edukasi CBP Rupiah dikemas melalui kuis interaktif bersama masyarakat dan pengunjung CFD sehingga pesan mengenai pentingnya mengenali, merawat, dan memahami Rupiah dapat disampaikan dengan cara yang ringan, menarik, dan mudah dipahami. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa ruang publik seperti CFD dapat menjadi sarana efektif untuk mendekatkan edukasi kebanksentralan kepada masyarakat.Pelaksanaan SEMARAK sekaligus memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, GenBI, dan Pemerintah Kota Tarakan dalam menghadirkan program yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi turut menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kualitas udara, serta memperluas pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.Melalui semangat “Sehat Masyarakat Bersama GenBI”, Bank Indonesia bersama GenBI Kaltara akan terus mendorong generasi muda untuk hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Dari CFD untuk masyarakat, SEMARAK membawa satu semangat: masyarakat semakin sehat, semakin peduli, serta semakin Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>Kodam VI/Mulawarman Gelar Lomba Melukis \TNI Modern\</title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/kodam-vimulawarman-gelar-lomba-melukis-tni-modern</link>
						                <description>​Balikpapan, Katalurus.com - Suasana penuh kehangatan, apresiasi, dan semangat kebangsaan mewarnai Sky Box Makodam VI/Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota, pada Sabtu (3/10).Kodam VI/Mlw secara resmi menggelar acara penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Melukis dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Tahun 2026.​Dipimpin langsung oleh Kasdam VI/Mlw, Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.IP., acara puncak penghargaan yang dimulai pukul 16.30 WITA ini berlangsung meriah dan hangat dengan dihadiri sekitar puluhan tamu undangan.​Pada kesempatan tersebut, Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Andy Setyawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan jajaran dewan juri yang telah mensukseskan kegiatan ini.​"Lomba melukis ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah positif untuk menyalurkan kreativitas dan bakat seni masyarakat Balikpapan. Melalui tema 'TNI Modern', karya-karya yang tercipta hari ini mampu menggambarkan secara visual bagaimana transformasi TNI yang semakin profesional, adaptif, dan modern, namun tetap lekat serta manunggal di hati rakyat," tegas Brigjen TNI Andy Setyawan.​Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata apresiasi TNI atas semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap instansi TNI.​Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut di antaranya Kapok Sahli Pangdam VI/Mlw Brigjen TNI Deni Sukwara, S.E., M.Si., Asrendam VI/Mlw Kolonel Inf Sukur Hermanto, Para Asisten Kasdam, LO TNI AL & AU, Kabalak dan Dansat, Dandim 0905/Bpp Kolonel Inf Denny Salurerung, S.Sos., Dandenmadam VI/Mlw Kolonel Kav Sigit Priyo Utomo, S.I.P., jajaran dewan juri, serta para peserta lomba yang antusias.​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan penuh semangat, dilanjutkan dengan pengumpulan karya terbaik, proses penilaian objektif oleh dewan juri, hingga momen pengumuman dan penyerahan hadiah yang paling mendebarkan serta dinantikan. ​Berikut adalah para pelukis berbakat yang berhasil meraih juara dalam ajang Lomba Melukis HUT ke-81 TNI di Kodam VI/Mlw :⁸- ​Juara 1: Panca Bayu Murti- ​Juara 2: Iffa Hannifa Tarompo- ​Juara 3: Aji Pryato- ​Juara Harapan 1: Sindu Pradana- ​Juara Harapan 2: Marty  - ​Juara Harapan 3: Aqila Devi Aswanda Jaya​Senyum bangga dan aura kebersamaan terpancar jelas saat seluruh pemenang berfoto bersama pejabat utama Kodam VI/Mulawarman sembari memegang piagam dan penghargaan mereka. Tepat pukul 17.10 WITA, rangkaian penyerahan penghargaan selesai digelar dengan aman, tertib dan lancar.​Selamat kepada para pemenang, teruslah berkarya untuk mengekspresikan kebanggaan pada negeri. (*/SAS)</description>
					                </item><item>
						                <title>Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN</title>
						                <link>https://katalurus.com/berita/detail/gunadarma-jadi-universitas-pertama-di-ikn</link>
						                <description>Nusantara, Katalurus.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyambut mahasiswa angkatan pertama Universitas Gunadarma IKN dalam kuliah umum yang digelar di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, Senin (28/09/2026).Sebagai universitas pertama di Nusantara, Universitas Gunadarma IKN memiliki jumlah sebanyak 48 mahasiswa, terdiri dari program studi Teknik Sipil, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, dan Informatika. Dalam sambutannya, Basuki berharap kehadiran mereka kian melengkapi ekosistem perkotaan di Nusantara.“Dengan adanya Gunadarma, ini (perguruan tinggi) akan melengkapi ekosistem pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga universitas. Mudah-mudahan ekosistem perkotaan di IKN akan makin lengkap,” sambut Basuki.Kehadiran kampus ini merupakan kolaborasi antara Universitas Gunadarma, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Otorita IKN dalam membangun ekosistem pendidikan, kesehatan, dan riset di Nusantara. Kolaborasi tersebut mencakup rencana pendirian program studi di luar kampus utama (PSDKU) Kedokteran Universitas Gunadarma di IKN dengan pendampingan FKUI, serta pengembangan konsep One Health.Kuliah umum disiarkan langsung melalui UGTV dan digelar secara hybrid di kampus Universitas Gunadarma yang berada di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, kampus UBE di Perancis, serta di IKN. Kegiatan diikuti oleh ratusan peserta dan dihadiri Rektor Universitas Gunadarma E.S. Margianti, Dekan FKUI Anna Rozaliani, serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi mitra.Rektor Universitas Gunadarma, E.S. Margianti mengapresiasi semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.“Kami bersama FKUI dan Otorita IKN akan bersama-sama mengupayakan pengembangan PSDKU untuk program studi kedokteran di IKN. Dan tentu saja. kampus N1 itu ada 3 bangunan yang ke depannya akan terus dilanjutkan. Di Jakarta. program kedokteran kami sudah terakreditasi unggul, yang baru ini juga harus berkembang dan terakreditasi unggul,” ulas Margianti.Dekan FKUI, Anna Rozaliani yang hadir secara langsung di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada pembangunan institusi. Anna berharap IKN menjadi laboratorium kehidupan bagi pendidikan, kesehatan, riset, teknologi, dan inovasi.“Ini luar biasa potensinya, kita perlu memikirkan ini kekuatan besar untuk Indonesia. Kita tidak hanya membangun institusi, tetapi juga ekosistem. Mudah-mudahan di IKN kita dapat bekerja sama dalam penelitian living laboratory yang mencakup pendidikan, penelitian, dan inovasi, sehingga menjawab permasalahan masyarakat,” ujar Anna.Agenda ini sekaligus menghadirkan lima mahasiswa yang terdiri dari masyarakat lokal sebagai penerima beasiswa Universitas Gunadarma. Salah satunya, Muhammad Latif, mahasiswa Teknik Sipil asal Penajam Paser Utara, mengatakan angkatannya ingin menjadi teladan bagi adik kelas nantinya.“Kami menjadi salah satu angkatan yang menjadi role model bagi adik kelas ke depannya. Rencana kami di bidang akademik tentu ingin mendapatkan IPK 4 dan menjadi salah satu inovator muda yang dapat berkontribusi besar di Indonesia, terutama di daerah Ibu Kota Nusantara,” sahutnya.Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN, Universitas Gunadarma, dan FKUI berharap kehadiran mahasiswa angkatan pertama menjadi awal terbangunnya pendidikan unggul, riset yang bermanfaat, dan pengabdian yang berdampak nyata. (*/SAS)













</description>
					                </item></channel>
  	</rss>